Veronica Koman Masuk DPO, Polisi Kirim Red Notice ke Interpol

  • Whatsapp
Veronica Koman
Veronica Koman

INDNEWS.ID – Polisi mengeluarkan red notice (catatan merah) setelah menetapkan tersangka Veronica Koman (VK) atas dugaan provokasi soal Papua. Diketahui, VK dua kali mangkir dari panggilan polisi.

Polisi mengirimkan catatan merah tersebut kepada interpol dan akan disebar ke 190 negara yang telah bekerjasama. Hal itu dilakukan agar VK bisa ditangkap untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Bacaan Lainnya

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan upaya paksa untuk menangkap VK telah dilakukan polisi di rumahnya yang ada di Jakarta dan melakukan penggeledahan.

“Tapi pencarian tidak membuahkan hasil, VK dipastikan tidak ada dirumahnya,” ujar Irjen Luki, Jumat (20/9/19).

Mengenai masa berlaku DPO untuk VK, Irjen Luki menegaskan status tersebut akan tetap ada sampai yang bersangkutan ditemukan.

“Selama yang bersangkutan ada di Indonesia, siapa pun yang mengetahui, bisa memberikan informasi pada kepolisian terdekat. Untuk anggota sendiri bisa melakukan penangkapan atau upaya paksa,” sambung Irjen Luki.

Ditambahkannya, red notice tersebut ditangani oleh Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Mabes Polri, dan mengirimkannya ke Interpol, Prancis.

“Surat permohonan sudah dikirimkan,” kata Irjen Luki.

Sebelumnya, Irjen Pol Luki sudah memberikan keterangan pers, Rabu (4/9/19). Irjen Luki mengatakan, tersangka VK diduga kuat menjadi provokator pemantik kerusuhan hingga menjalar ke Manokwari Papua.

VK diketahui sangat aktif mengunggah foto dan video dalam kegiatan yang melibatkan warga Papua, termasuk kejadian di Asrama Papua di Surabaya.

“Namun setiap unggahan banyak sekali keterangan bohong (hoaks) yang tidak sesuai fakta di lapangan,” Kata Irjen Luki.

Polisi menjerat VK dengan pasal berlapis yakni UU ITE KUHP Pasal 160 KUHP, UU no 1 tahun 1946 dan UU no 40 tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Pos terkait