Sekjend MUI: Vaksinasi, Ikhtiar untuk Terbebas Covid-19

  • Whatsapp
Sekjend MUI
Foto: Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan

Jakarta- Sekjend Majelis Ulama Indonesia (MUI) Amirsyah Tambunan mengatakan bahwa dalam Islam, masyarakat diajarkan untuk mewujudkan kesehatan dengan ikhtiar, doa dan tawakal. Vaksinasi dapat mewujudkan 70% daya tahan tubuh untuk meningkatkan imunitas kita. Hal ini penting sebagai bentuk ikhtiar kita menghadapi Covid-19.

“Dalam islam juga mengenal kebersihan. Sedangkan faktor dasar dari Covid-19 karena kurangnya kebersihan. Maka mari kita wujudkan kebersihan dan lakukan vaksinasi untuk terbebas dari Covid-19,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan “Edukasi dan sosialisasi tentang manfaat vaksin Covid-19 sebagai bentuk ikhtiar menyehatkan diri, keluarga, umat, dan negara” yang dilaksanakan oleh Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Jakarta Selatan

Edukasi dan sosialisasi ini juga dilakukan untuk menjawab berbagai pertanyaan masyarakat tentang kandungan vaksin, manfaat vaksin. Dan bagaimana langkah-langkah yang bisa ditempuh masyarakat untuk mendapatkan vaksin gratis dari pemerintah.

Juru Bicara PT. Bio Farma Bambang Herianto menyampaikan sejatinya vaksin adalah sebuah ikhtiar dunia kesehatan untuk membangun daya tahan tubuh terhadap Covid-19.

“Strategi pemerintah menyiapkan vaksin dibagi menjadi tiga tahap. Tahap jangka pendek mengimpor dari partner luar negeri, jangka menengah vaksin akan dikembangkan ke arah hulu. Sedangkan jangka panjangnya adalah pemerintah akan mengembangkan sendiri vaksin buatan dalam negeri,” jelasnya dalam webinar yang diadakan HMI beberapa waktu lalu.

Bambang mengungkapkan, saat ini pemerintah menggunakan vaksin Sinovac karena berdasarkan riset pemerintah bersama stakeholders terkait.

“Sinovac aman, berkhasiat, bermutu dan cepat, serta telah teruji klinis dan sehat sehingga masyarakat bisa segera mendapat vaksinasi,” ucapnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tirmizi, M.Epid memberikan sosialisasi kepada peserta tentang sertifikasi dan perizinan vaksin Covid-19.

“Vaksinasi Covid-19 sudah mendapat sertifikat halal dari MUI. Dan mampu mengurangi 65,3% resiko tertular Covid-19 karena membangun kekebalan tubuh yang dipacu oleh vaksin,” jelasnya yang juga merupakan Direktur Pencegahan Penyakit Menular Kemenkes RI.

Menurut dr. Siti, masyarakat yang telah terkena Covid-19 akan memiliki antibodi secara alami. Dengan adanya, masyarakat dapat memiliki antibodi tanpa perlu sakit terlebih dahulu.

“Kami mengingatkan agar masyarakat yang mendapatkan vaksinasi untuk beristirahat yang cukup dan makan sebelum melakukan vaksinasi. Selain karena standar operasional, proses penyuntikan vaksin memakan waktu antri yang cukup panjang,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota DPD RI dapul DKI Jakarta, Hj Sylviana Murni menyampaikan pentingnya untuk menyukseskan  program vaksinasi Covid-19. 

“Suksesnya program vaksin akan membawa kita maju satu langkah menghadapi perang melawan Covid-19. Kuncinya adalah kepercayaan publik dan survei menunjukkan bahwa mayoritas masyarakat Indonesia siap menerima vaksin. Program vaksin ini akan mendorong akselerasi yang tinggi terhadap kesehatan bangsa dan pemulihan ekonomi. Sehingga program-program yang tertunda dapat dilakukan kembali menuju Indonesia Maju,” pungkasnya.

www.domainesia.com

Pos terkait