Pilkada Bintan dan Restorasi Wello dan Dalmasri Menuju Kabupaten Bintan Bermarwah

  • Whatsapp
pilkada Kabupaten Bintan
Foto: Rediston Sirait, S.H. (Mahasiswa S-2 magister Hukum Universitas Internasional Batam)

Bintan 9 Desember mendatang, Kabupaten Bintan akan menggelar pilkada atau pesta rakyat, yaitu pemilihan Bupati periode 2020-2025. Melalui pilkada, rakyat akan semakin berproses melakukan pembelajaran demokrasi menuju terwujudnya cita-cita bernegara.

Masyarakat Bintan, sebagai makhluk Politik tak dapat lepas dari polis/ komunitasnya. Rakyat berkewajiban menggunakan keadaluatannya demi memastikan lahirnya pemimpin yang memiliki nilai-nilai kebijaksanaan, keadilan, rendah hati. Selain itu, juga harus memiliki kerja keras, keuletan, kejujuran dan fairness sebagai nilai wajib guna mewujudkan Bintan mermarwah.

Bacaan Lainnya

Pilkada Bintan tidak boleh dijadikan sebagai momentum pembodohan publik lewat politik uang atau cara lain, yang dilarang undang-undang yang mengarah kepada belanja suara.

Melalui pilkada ini, kita berharap semua pihak berkewajiban untuk mencerdaskan dan melakukan edukasi berdemokrasi di kabupaten Bintan. Bukan malah memborong partai yang akan membuat demokrasi tidak sehat, dan matinya daulat rakyat tersebut.

Kondisi dan keadaan yang demikian sangat tergambar dalam dinamika politik di Bintan terakhir ini. Di mana pasangan Alias Wello-Dalmasri terancam gugur akibat politik kepartaian tersebut.

Beruntung saja partai PDI-Perjuangan hadir mendampingi Nasdem dimenit akhir pendaftaran, sebagai bentuk komitmen partai pengawal demokrasi.

Ada yang unik dalam kontestasi pilkada kali ini, Dalmasri Syam yang dulu wakil bupati dari petahanan justru di pilkada ini menyebrang dan mendampingi Alias Wello sebagai calon Bupati Bintan. Tentu hal demikian tidak lazim dan masih langka di dunia perpolitikan Tanah air. Biasanya Kalaupun harus menyeberang, idealnya Dalmasri harus maju melawan petahanan.

Politik yang tersaji demikian menggambarkan bahwa talah ada sebuah kedewasaan, dan kemajuaan berdemokrasi di elit politik sekelas Dalmasri selaku orang nomor 2 (dua) di Bintan saat ini.

Dalmasri telah menjadikan dirinya contoh dan tauladan edukasi poltik bagi masyarakatnya Bintan.  Bahwa sebenarnya tujuan dari Politik bukanlah kekuasaan semata. Melainkan kemerdekaan dan  kesejahteraan rakyatnya lah yang paling utama.

www.domainesia.com

Pos terkait