Pertumbuhan Ekonomi Minus, Akankah Indonesia Mengalami Resesi?

  • Whatsapp
Pertumbuhan Ekonomi Minus

Jakarta– Dilansir dari situs www.worldometers.info, hingga 6 September 2020, pasien positif Covid-19 mencapai 27.154.127 orang. Sedangkan yang meninggal dunia, sebanyak 885.017 orang. Dikabarkan, sebanyak 19.263.972 dinyatakan sembuh.

Di Indonesia, lebih dari enam bulan Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Bahkan dalam beberapa minggu ini, justru positif Covid-19 semakin meningkat hingga menyentuh angka lebih dari 3.000 orang/ hari.

Bacaan Lainnya

Hingga pada Minggu, 6 September, angka positif Covid-19 mencapi 194.109. Sedangkan pasien sembuh mencapi 138.575. Adapun pasien yang meninggal dunia, sebanyak 8.025 orang. Sebanyak 47.509 orang sedang dalam pengobatan.

Covid-19 telah merontokkan semua perekonomian dunia, tidak terkecuali Indonesia. Pada kuartal II tahun 2020, pertumbuhan ekonomi Indonesia terperosot hingga minus 5,34%. Mengatasi hal tersebut, pemerintah melakukan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Anggaran sebanyak 695,2 triliun pun disiapkan.

Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III berpotensi akan mengalami kontraksi. Bila pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap minus hingga pada kuartal III, maka dipastikan akan masuk pada fase resesi.

Tidak hanya Indonesia, pertumbuhan ekonomi negara tetangga seperti Singapura juga merosot hingga minus 13,2%. Angka tersebut diketahui merupakan yang terparah, sejak Singapura merdeka 55 tahun lalu.

www.domainesia.com

Pos terkait