Perempuan Merdeka Dari Belengguh Kekerasan, Refleksi HUT RI Ke 75

  • Whatsapp
Perempuan merdeka
Foto: Elia Anasthasia (Mahasiswa Program Studi Akuntansi Universitas Maritim Raja Ali Haji dan Badan Pengurus Cabang GMKI Tanjungpinang periode 2019-2020)

Tanjungpinang-Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia pada tahun 2020 ini, menjadi refleksi penting bagi seluruh rakyat Indonesia. Termasuk bagi kaum perempuan dan anak-anak, yang hingga kini nasibnya masih banyak dipertaruhkan. Betapa tidak, masih banyaknya angka kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak, seakan menyandera kemerdekaan dan hak merdeka mereka.

Kemerdekaan merupakan wujud nyata meraih kendali sebuah kebebasan dari keterpenjaraan. Di mana setiap individu maupun kelompok dapat hidup aman tanpa ada ancaman. Dalam rangka kemerdekaan RI yang ke 75 dengan suasana yang cukup berbeda, yaitu ditengah pandemi Covid-19 saat ini, tidak menyurutkan semangat kita atas gelora peringatan kemerdekaan bangsa ini.

Bacaan Lainnya

Namun apakah sebuah kemerdekaan sudah cukup dirasakan oleh segenap bangsa Indonesia saat ini, khususnya kaum perempuan dan anak?.

Profesor Driyarkara, mengatakan bahwa merdeka itu harus punya kekuasaan untuk menguasai diri sendiri dan perbuatannya. Dan tentu saja, seseorang yang merdeka tak boleh menindas kemerdekaan subjek lainnya. Sebab, dibalik kemerdekaan diri sendiri ada kemerdekaan orang lain yang patut dihargai dan dihormati.

Bung Hatta juga pernah mengingatkan, bahwa kemerdekaan bukan hanya merdeka dari penjajahan. Tetapi juga merdekanya setiap individu dan warga negara dari segala macam penindasan, eksploitasi dan penghisapan.

Permasalahannya adalah, apakah perempuan Indonesia hari ini sudah merdeka atau sudah menikmati kemerdakaannya?. Menurut beberapa referensi, Badrun dalam tulisannya mengenai persoalan perempuan mengatakan bahwa perempuan Indonesia belum punya kemerdekaan penuh atas tubuhnya sendiri. Buktinya, sampai sekarang ini, tubuh perempuan masih menjadi objek eksploitasi dan sasaran kekerasan.

Tentu menjadi perhatian kita bersama, bagaimana kondisi kaum perempuan dan anak bahkan kelompok rentan lainnya, yang hingga kini nasibnya masih dipertaruhkan. Melihat masih tingginya angka kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak, tentu hal tersebut menjadi cerminan, bahwa masih menyandera kemerdekaan hidup mereka.

www.domainesia.com

Pos terkait