Pasca Banjir Bandang, KNPI Nilai Kadis PUPR Malut Layak Jadi Pjs Bupati Halmahera Utara

  • Whatsapp
Pjs Bupati Halmahera Utara
Foto: Yosafat Kotalaha (Sekretaris KNPI Halmahera Utara)

Tobelo- Setelah beredar 18 nama yang masuk dalam seleksi Pjs. Bupati di 6 Wilayah Maluku Utara. Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Halmahera Utara, Propinsi Maluku Utara meminta dan mendesak Gubernur Maluku Utara untuk mempertimbangkan kembali tiga nama yang diusulkan untuk menjadi Pjs Bupati di Kabupaten Halmahera Utara.

Yosafat Kotalaha, Sekretaris KNPI Halmahera Utara mengatakan bahwa Halmahera Utara membutuhkan sosok yang tidak sekadar memfokuskan pada pekerjaan administratif saja. Tetapi juga persoalan lainnya termasuk akibat dari bencana yang terjadi beberapa waktu yang lalu.

Bacaan Lainnya

Karena itu, nama Santrani Abusama digadang oleh KNPI Halmahera Utara untuk masuk dalam seleksi Pjs. Bupati Halmahera Utara.

“Karena itu, sosok seperti Santrani Abusama tepat sebagai Pjs Bupati Halmahera Utara,” tegas pria yang biasa disapa Yos itu.

Menurut Yos, sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) Maluku Utara, Santrani pasti mampu mempercepat pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana.

Sebagai informasi, ada 18 nama yang masuk dalam seleksi Pjs.Bupati.  Masing masing Kabupaten memiliki 3 calon untuk di seleksi.

Berikut nama nama calon Pjs. Bupati di 6 wilayah di Maluku Utara. 1. Kota Ternate:  Imam Makhdy; Hasim Daeng barang dan Fahrudin Tukuboya 2. Tidore Kepulauan: Armin Zakaria; Salmin Jadi; Idrus Assagaf. 3. Halmahera Barat: Nirwan MT.Ali; Faisal Rumbia; Ridwan Hasan 4. Halmahera Utara: Safrudin Djuba; M Rizal Ismail; Sukur Lila 5. Kepulauan Sula: Samsudin Banyo; Bambang Harmawan; Burhan Mansur 6. Taliabu: Santrani Abusama; Irwanto Ali dan Muhamad Hi.Ismail.

Karena itu, Yos juga meminta Gubernur untuk lebih selektif dalam memilih Pjs.Bupati.

“Kami menilai, Santrani sangat layak menjadi Pjs. Bupati Halut. Dengan pertimbangan kondisi yang dialami beberapa wilayah pasca bencana banjir. Begitu juga dengan Santrani yang telah memiliki kemampuan sebagai Kadis PUPR,” ungkap Yos saat ditemui di kediamannya Rabu (03/02/2021).

Halmahera Utara mengalami musibah akibat bencana banjir bandang yang terjadi di beberapa daerah. Diketahui, infrastruktur berupa jembatan hancur. Sehingga perlu adanya normalisasi sungai di sejumlah titik.

“Nah, ini butuh sentuhan tangan dari yang lebih berpengalaman,” ungkap Yos.

 

www.domainesia.com

Pos terkait