Modifikasi Cuaca Berhasil, Hujan Turun di Wilayah Riau dan Kalimantan

  • Whatsapp
Pesawat C130 Hercules melaksanakan misi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menyemai awan
Pesawat C130 Hercules melaksanakan misi Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) menyemai awan

INDNEWS.ID – Modifikasi cuaca yang dilakukan beberapa hari yang lalu untuk memancing datangnya hujan akhirnya membuahkan hasil. Modifikasi ini dilakukan tepat di kawasan karhutla Riau dan Kalimantan.

Di Provinsi Riau, penyemaian menggunakan 4 ton garam, sedangkan di Kalimantan menggunakan 2,4 ton. Garam tersebut disemaikan sepanjang lintasan awan Cumulus.

Bacaan Lainnya

Diketahui, awan yang berpotensi untuk jadi hujan adalah awan Cumulus.

Dari modifikasi tersebut, untuk kawasan Riau, Kota Dumai dan sekitarnya hujan deras. Sedangkan kawasan Kalimantan, hujan deras turun di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut dan Kota Palangkaraya, dilansir dari media lain.

Sebelumnya, pada hari Selasa (17/9), Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan dengan menyemaikan garam (NaCl) sebanyak 1,5 ton wilayah Timur Banjar, Pulang Pisau, dan Sampit. Penyemaian belum membuahkan hasil.

Pada hari Rabu (18/9) lalu dilanjutkan dengan penyemaian sebanyak 1,5 ton di wilayah Kabupaten Katingan, Utara Palangkaraya dan Kabupaten Kapuas. Hasilnya juga belum turun hujan.

Keesokan harinya, Kamis (19/9) tidak dilakukan penyemaian karena tidak ada potensi awan hujan.

Kemudian, hari Jumat (20/9) dari pukul 13.20 WIB sampai dengan pukul 15.35 WIB dilakukan penyemaian garam sebanyak 2,4 ton di wilayah Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau, Sampit, Gunungmas, Barito, Katingan, dan Kota Palangkaraya.

Hasilnya hujan deras turun di Pulang Pisau, Bandara Tjilik Riwut, Kota Palangkaraya, Martapura, dan Martapura Provinsi Kalsel.

Sementara di Kalbar, Jumat (20/9) siang kemarin, 800 kg garam disemaikan di sekitar Kabupaten Landak dan Kabupaten Bengkayang. Hasilnya di Kecamatan Sungai Betung Kabupaten Bengkayang hujan, juga Kota Pontianak diguyur hujan intensitas sedang.

Demikian juga di Riau, pada Jumat (20/9) penyemaian dilakukan dengan menggunakan garam sebanyak 4 ton di wilayah Siak, Bengkalis, Dumai, Kepulauan Meranti, Kampar, Rokan Hulu, dan Rokan Hilir.

Ilustrasi hujan

Hasilnya hujan turun deras di wilayah Kelurahan Bukit Kapur Kota Dumai dekat perbatasan Kabupaten Bengkalis.

Menyusul hari ini, Sabtu (21/9) sebanyak 10 ton Kalsium Oksida (CaO) atau kapur tohor aktif untuk operasi mengurangi kepekatan kabut asap di Kalimantan sudah datang di Palangkaraya. Sedangkan untuk Riau sebanyak 10 ton kapur tohor aktif akan dikirim besok pagi.

Dengan kombinasi operasi pengurangan kabut asap dengan kapur tohor aktif dan TMC, hujan diharapkan turun lebih mudah sehingga karhutla dapat padam dan langit kembali biru, dikutip dari media lain.

Pos terkait