Masker Mahal dan Langka! Sterilkan Menggunakan Rice Cooker

Pemerintah Indonesia melalui tim gugus percepatan penanganan Covid-19 meminta masyarakat Indonesia supaya menggunakan masker saat keluar rumah. Hal ini disampaikan guna mencegah penyebaran virus yang telah merebak hingga mencapai seluruh dunia.

Namun sayangnya, akibat dari permintaan masker yang semakin tinggi dan supply yang sedikit menjadikan harga masker melambung tinggi dan sulit untuk didapatkan.

Masyarakat pun banyak yang menggunakan masker bedah dan masker N95, meskipun hal tersebut tidak dianjurkan. Padahal masker bedah tersebut hanya sekali pakai, dan setelah itu harus dirobek atau digunting dan kemudian dibuang. Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya yang menyalahgunakan kembali.

Karena permintaan tinggi dan supply sangat sedikit, beberapa masyarakat mulai memproduksi masker kain dengan ragam corak dan bentuk.

Food and Drug Administration (FDA) atau Badan Pengawas Obat dan Makanan Taiwan baru-baru ini mengumumkan cara mensterilkan masker bedah bekas di rumah.

Seperti dikutip dari berbagai media, masker dapat disterilkan dengan cara mengukus dalam rice cooker.

Chen Shih-chung Menteri Kesehatan Taiwan mengatakan, masker bedah dikukus dalam rice cooker selama 3 menit. Setelah itu masker aman dan dapat digunakan kembali.

“Masker dimasukkan ke dalam panci rice cooker tanpa menambahkan air atau beras. Kemudian tekan tombol cook dan tunggu sampai 3 menit. Setelah itu matikan rice cooker, dan diamkan selama 5 menit supaya panasnya mensterilkan masker secara perlahan. Setelah dingin, masker sudah dapat digunakan kembali,” ujar Chen Shih-chung.

Tanpa menggunakan air dan beras dilakukan supaya tidak merusak lapisan bagian tengah dari masker bedah tiga lapis, yang berfungsi untuk memfilter gas dan cairan.

Dia menambahkan, proses mensterilkan hanya 1 masker dalam 1 rice cooker. Bila ingin mensterilkan masker yang lain, rice cooker harus didinginkan terlebih dahulu. Setelah itu, baru dapat digunakan kembali.

Hal ini dikatakan Chen Shih-chung, juga berlaku untuk masker lainnya.

“Metode ini lebih baik dibanding menggunakan disinfektan pada masker. Karena cairan disinfektan atau menggosokkan dengan alkohol malah akan memberikan efek listrik statis yang dapat merusak lapisan masker,” ujar Kepala Central Epidemic Command Center (CECC) ini.

Secara teori, virus flu dapat dibunuh dengan temperatur di atas 75oC. Hal ini juga disampaikan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat atau Centers for Disease Control (CDC).

Namun untuk masker yang telah digunakan bagi penderita penyakit kronis dan gangguan pernapasan, Chen Shih-chung menyarankan untuk segera dibuang selesai digunakan.

Berdasarkan penemuan FDA Taiwan tersebut, Chen Shih-chung juga mengatakan bahwa masker disterilisasi maksimal 4 hingga 5 kali. Setelah itu, harus dibuang karena tidak efektif lagi untuk digunakan.

Bagikan!!!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca juga  Hari ini, Balon Bupati Samosir Swangro Lumbanbatu Mendaftar ke Partai NASDEM

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *