Ketum Forum Santri: Polri Harus Tindak Tegas Ormas Pembuat Keonaran

  • Whatsapp
Ketum Forum Santri
Foto: Ketua Umum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Sahib

Jakarta- Ketum DPP Forum Komunikasi Santri Indonesia (FOKSI) Muhammad Natsir Sahib mengapresiasi kinerja Bareskrim Polri yang transparan dalam melakukan investigasi terkait meninggalnya enam laskar khusus FPI. Pernyataan ini disampaikan M. Natsir kepada media, di Jakarta, Selasa (22/12).

Menurutnya, Mabes Polri melalui Kabareskrim Listyo Sigit Prabowo telah melakukan langkah cepat dengan menyampaikan kepada public, bahwa kepolisian akan transparan dan terbuka dengan adanya fakta-fakta baru terkait tewasnya enam laskar FPI.

Bacaan Lainnya

Sikap ini menunjukkan Polri tetap menjalankan fungsinya sebagai alat keamanan sekaligus juga pelayan masyarakat. Serta berdiri di atas semua golongan.

“Informasi terkait kejadian tewasnya enam laskar khusus FPI ini masih simpang siur dan menjadi bola liar bila tidak segera ditangani. Pernyataan Kabareskrim bahwa pengusutan kasus ini akan transparan sangat penting dan harus didukung penuh. Sehingga dapat menjawab berbagai tuduhan kepada institusi kepolisian yang saat ini beredar di tengah masyarakat,” ungkap Cak Natsir sapaan akrab Ketua Umum DPP FOKSI ini.

Natsir mengajak semua lapisan masyarakat, para elit politik, dan tokoh agama untuk menunggu. Dan mengawal proses penyelidikan yang saat ini sedang dilaksanakan oleh pihak kepolisian.

“Mari kita berikan kepercayaan kepada kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini. Kami juga meminta pimpinan Polri untuk menindak tegas oknum anggota kepolisian jika ada yang terbukti melanggar SOP saat menjalankan tugas,” tegasnya.

Di sisi lain, Ketum Forum Santri ini juga mengingatkan semua warga negara termasuk organisasi kemasyarakatan (ormas) untuk selalu mematuhi hukum. Serta tidak mengganggu ketertiban dan keamanan di tengah masyarakat.

“Semua warga negara dan ormas tetap terikat kepada hukum yang berlaku di Indonesia. Tidak ada satupun orang dan ormas yang kebal hukum. Kami meminta Polri untuk tidak tebang pilih dan harus selalu menegakkan hukum jika ada orang atau kelompok yang membuat keonaran serta melanggar peraturan. Khususnya di masa pandemi ini,” tegasnya.

www.domainesia.com

Pos terkait