Karikatur Nabi Muhammad Oleh Majalah Charlie Hebdo, GAMKI Ajak Pimpinan Dunia Lakukan Dialog Rutin

  • Whatsapp
GAMKI Karikatur Nabi Muhammad
Foto: Ketua DPP GAMKI Bidang Diplomasi dan Kerjasama Internasional Ruben Frangky Oratmangun dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat MP Sinurat menyampaikan solidaritas dan dukungan kepada Pemerintah Palestina yang diwakilkan oleh Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Taher Ibrahim Abdullah Ahmad bertempat di Kedubes Palestina, Jakarta (5/2/2020).

“Kami meminta semua pihak, terkhusus para pemimpin dunia. Untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan pernyataan yang¬† dapat memicu konflik. Perbedaan yang ada saat ini merupakan keniscayaan. Sehingga kita perlu mewujudkan kehidupan yang harmonis demi kemajuan peradaban kita bersama. Mari kita sebagai masyarakat dunia membangun dialog untuk menyelesaikan konflik dan ketegangan,” kata Sahat.

Sahat yang selama ini aktif dalam kegiatan lintas agama dan gerakan kebangsaan menyampaikan, saat ini sedang terjadi benturan peradaban di berbagai kawasan dunia.

Bacaan Lainnya

Sahat mendesak para pemimpin negara untuk segera melakukan dialog antar peradaban. Baik antar negara, maupun antar warga setiap negara. Khususnya terkait benturan peradaban Eropa dan peradaban Islam.

“Apalagi saat ini banyak negara Eropa yang memberikan suaka dan menerima para imigran dari kawasan Timur Tengah untuk tinggal dan menetap di Eropa. Sehingga satu dekade terakhir kita melihat ada banyak terjadi singgungan peradaban di negara-negara Eropa,” kata Sahat yang pernah diundang ke Sri Lanka, Mesir, dan China untuk membicarakan tentang Pancasila dan Keberagaman Indonesia.

Dalam hal ini, lanjut Sahat, Indonesia dengan kemajemukannya  memiliki peran strategis untuk menjadi pihak yang menginisiasi dialog antar peradaban ini. Baik yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia maupun oleh organisasi masyarakat sipil. Seperti lembaga keagamaan maupun organisasi kepemudaan lainnya.

“Adanya dialog antar peradaban dapat meminimalisir terjadinya tindakan kekerasan akibat perbedaan agama, etnis, atau pandangan. Pihak-pihak yang berkonflik dapat membangun dialog untuk mencari penyelesaian atas setiap perbedaan yang terjadi,” pungkas mantan Ketua Umum Pengurus Pusat GMKI ini.

www.domainesia.com

Pos terkait