Karikatur Nabi Muhammad Oleh Majalah Charlie Hebdo, GAMKI Ajak Pimpinan Dunia Lakukan Dialog Rutin

  • Whatsapp
GAMKI Karikatur Nabi Muhammad
Foto: Ketua DPP GAMKI Bidang Diplomasi dan Kerjasama Internasional Ruben Frangky Oratmangun dan Sekretaris Umum DPP GAMKI Sahat MP Sinurat menyampaikan solidaritas dan dukungan kepada Pemerintah Palestina yang diwakilkan oleh Wakil Duta Besar Palestina untuk Indonesia Taher Ibrahim Abdullah Ahmad bertempat di Kedubes Palestina, Jakarta (5/2/2020).

Jakarta- Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) turut memberikan respon atas terjadinya rangkaian tindakan intoleran yang terjadi di Eropa, yakni penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo, pembunuhan terhadap guru sejarah Perancis, serangan di Gereja Notre-Dame Basillica, Nice, Prancis, penembakan terhadap seorang pendeta di Lyon, Prancis, serangan di Wina, Austria, aksi di Masjid Compiegne, Prancis Utara, serta pernyataan yang disampaikan oleh Presiden Prancis, Emannuel Macron dan beberapa pemimpin dunia lainnya.

GAMKI menyayangkan adanya penerbitan karikatur Nabi Muhammad oleh majalah Charlie Hebdo yang kemudian berlanjut dengan polemik. Serta timbulnya aksi dan reaksi yang terjadi beberapa minggu terakhir. Bahkan, juga menimbulkan korban jiwa dari orang-orang yang tidak bersalah.

Bacaan Lainnya

Ketua DPP GAMKI Bidang Diplomasi dan Kerjasama Internasional, Ruben Frangky Oratmangun menyampaikan bahwa Charlie Hebdo adalah majalah satir mingguan Prancis berhaluan kiri.

Majalah tersebut selama ini telah sering mengkritik apapun yang berhaluan kanan. Termasuk soal politik, budaya, dan beberapa agama meliputi Katolik, Protestan, Islam, dan Yahudi.

“Kami dari GAMKI merasa penting untuk menginformasikan, bahwa majalah Charlie Hebdo ini tidak hanya membuat karikatur provokatif tentang Nabi Muhammad. Tapi juga sebelumnya pernah memuat lelucon satir tentang Paus yang merupakan pemimpin tertinggi umat Katolik. Juga karikatur provokatif tentang Tuhan Yesus,” jelas Ruben dalam siaran pers pada hari Minggu, (8/11).

Tidak hanya itu, kata dia, majalah tersebut selama ini juga telah banyak menuai kontroversi. Bahkan menampilkan laporan jurnalistik dengan nada provokatif. Serta menampilkan karikatur, laporan, polemik, dan lelucon satir.

www.domainesia.com

Pos terkait