Handing Over Maria Lumowa Tanpa Terikat Perjanjian Ekstradisi Antara Indonesia dan Serbia, adalah Sah

  • Whatsapp
Perjanjian Ekstradisi Antara Indonesia dan Serbia

OpiniMaria Pauline Lumowa, adalah tersangka kasus pembobolan Bank BNI senilai 1,7 triliun pada tahun 2003 lalu. Perempuan berdarah Indonesia, berkewarganegaraan Belanda ini sempat menjadi buronan selama 17 tahun lamanya.

Pada tanggal 16 juli 2019 ditangkap di bandara internasional Nikola, Serbia. 8 juli 2020, Indonesia dan Serbia melaksanakan handing over, atau penyerahan buronan dari Serbia ke Indonesia. Hal ini merupakan sebuah keberhasilan daripada kerjasama dalam bidang ekstradisi antara Indonesia dan Serbia, walaupun sampai saat ini Indonesia dan Serbia belum terikat dengan perjanjian ekstradisi.

Bacaan Lainnya

Kata ekstradisi berasal dari bahasa latin “extradere” yang terdiri dari kata “ex” artinya keluar dan “tradere” artinya menyerahkan (Siswanto,2009). Istilah ekstradisi ini lebih dikenal atau biasanya digunakan terutama dalam penyerahan pelaku kejahatan dari suatu negara ke negara peminta. Dapat dilakukan secara formal, baik berdasarkan atas perjanjian ekstradisi yang sudah ada sebelumnya ataupun berdasarkan prinsip timbal balik atau hubungan baik, atas seseorang yang dituduh melakukan kejahatan (tersangka, terdakwa, terpidana), oleh negara tempatnya berada (negara-diminta) kepada negara yang memiliki yurisdiksi. Hal itu dilakukan untuk mengadili atau menghukumnya (negara-peminta), atas permintaan dari negara peminta, dengan tujuan untuk mengadili dan atau melaksanakan proses hukumannya.

Menurut UU Nomor 1 Pasal 1 Tahun 1979 tentang ekstradisi,  menjelaskan bahwa ekstradisi adalah penyerahan oleh suatu negara kepada negara yang meminta penyerahan seseorang yang disangka atau dipidana karena melakukan suatu kejahatan di luar wilayah negara yang menyerahkan, dan di dalam yurisdiksi wilayah negara yang meminta penyerahan tersebut karena berwenang untuk mengadili dan memidananya.

www.domainesia.com

Pos terkait