Dorong Pembangunan Indonesia Sentris, IMTSI: Jawa Sentris Picu Kesenjangan

  • Whatsapp
Pembangunan Indonesia Sentris
Foto: Peserta webinar IMTSI

Jakarta– “Konsepsi Pembangunan Indonesia Sentris” menjadi tema sesi I Webinar Nasional dan Pelatihan BIM Ikatan Mahasiswa Teknik Sipil Indonesia (IMTSI) Provinsi DKI Jakarta, Sabtu (10/10).

Sebanyak 277 orang ikut tergabung dalam pertemuan tersebut yang merupakan dari kalangan mahasiswa, pengusaha konstruksi, akademisi, dan umum.

Bacaan Lainnya

Tampak dalam acara tersebut menghadirkan Fadjroel Rachman (Juru Bicara Presiden), Helson Siagian (mewakili Deputi I Kantor Staff Presiden), Hokkop Situngkir (Direktur Eksekutif IDN Leader), Krishna S (Wakil Ketua II LPJK Nasional, mewakili Ketua Umum), Ilyas Assaad (Tenaga Ahli KLHK, mewakili Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan), Sahat M P Sinurat (Pendiri Rumah Millenial Indonesia) dan Purbaya Bagus (Ketua Umum Pertama IMTSI Pusat).

Sementara itu, Chrysmon Gultom yang merupakan Sekretaris IMTSI Provinsi DKI Jakarta, memandu jalannya webinar tersebut.

Dalam sesi tersebut, Helson mengatakan, ada sembilan pengembangan wilayah di luar Jawa. Hal tersebut untuk menciptakan pemerataan pembangunan dan mewujudkan Indonesia Sentris.

“Dan saya berpikir, IMTSI layak dapat peran dalam beberapa proyek pembangunan dari pemerintah. Karena progresif dalam melakukan diskusi yang menyangkut Indonesia Sentris,” tambahnya.

Menurut Hokkop Situngkir, Building Information Modeling ini jika diterapkan, maka efisien pembangunan baik dari segi desain, budget anggaran, dan monitoring dapat di delivery dengan memuaskan.

“Lebih Lanjut, IMTSI harus giat melakukan inisiasi terhadap peluang BIM di masa yang akan datang,” pungkasnya.

Dikatakan Krishna S Pribadi LPJK Nasional, Peran LPJK dalam mendukung perkembangan jasa konstruksi di Indonesia dari masa ke masa, ialah dengan melakukan dan mendorong penelitan & pengembangan jasa konstruksi. Tidak hanya itu, pihaknya juga melakukan registrasi tenaga kerja, registrasi badan usaha konstruksi sampai melakukan pendidikan dan pelatihan jasa konstruksi.

“Ini semua adalah untuk menjaga kestabilan dalam perkembangan jasa konstruksi. Dan LPJK memfasilitasi pelatihan melalui modul kompetensi, agar lulus sertifikasi ahli muda Teknik Sipil. Terlebih jika IMTSI rutin melakukan inovasi dan ide – ide menarik,” ucapnya.

Sebagai penanggap diskusi, Purbaya Bagus, berharap IMTSI dapat menyampaikan ilmu pengetahuannya ke daerah – daerah yang minim pengetahuan tentang perkembangan dunia konstruksi.

“Terlebih sangat dominan kita rasakan pembangunan yang Indonesia sentris. Dan IMTSI harus lebih giat belajar lagi agar dapat meraih peluang kedepannya,” ujarnya.

www.domainesia.com

Pos terkait