Di Tengah Pandemi Covid-19, RMI Akan Latih Softskill Anak Muda Indonesia

Foto: RMI Kaltim saat melaksanakan webinar “Peran serta generasi millenial menghadapi tantangan dan peluang lapangan pekerjaan di tengah pandemi covid-19”, (08/5/2020)

Kaltim-Peluang dan tantangan di tengah pandemi Covid-19 menjadi perbincangan hangat saat ini.

Untuk menggugah semangat para pemuda, Rumah Millenial Indonesia (RMI) Chapter Kaltim mengadakan webinar (diskusi online) dengan topik “Peran serta generasi millenial menghadapi tantangan dan peluang lapangan pekerjaan di tengah pandemi covid-19”, Jumat (08/5/2020).

Terlihat antusiasme pemuda Kaltim mendominasi dalam pertemuan virtual tersebut.

Menurut Daniel Sihotang (Direktur Wilayah RMI chapter Kaltim), hal tersebut dilakukan untuk mengajak generasi milenial untuk memanfaatkan kondisi di tengah pandemi menjadi peluang.

Untuk terus mendukung tujuan RMI, dia membeberkan bahwa RMI berencana akan melakukan pelatihan-pelatihan secara daring/ online yang bertujuan untuk menambah softskil generasi muda ini.

Webinar kali ini mengundang narasumber, yaitu Piatur Pangaribuan (Rektor Universitas Balikpapan), Delila Swesti (Pengawas Ketenagakerjaan/ Penyidik Pegawai Negeri Sipil Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kaltim), dan Sahat Sinurat (Tokoh muda yang juga CEO Rumah millenial indonesia).

Dalam pemaparannya dari masing-masing latarbelakang narasumber dan sesi pertanyaan peserta secara umum membicarakan bagaimana generasi millenial harus bisa membiasakan diri untuk menguasai era digital teknologi saat ini, melihat peluang-peluang positif yang ada ditengah keterbatasan pandemi.

Dikatakan Piatur, pandemi covid-19 saat ini memang mungkin menjadi tantangan, karena merasa kaget dengan aktivitas yang tidak biasa dari sebelumnya.

“Saat ini kegiatan bekerja, belajar dan perkuliahan dilakukan melalui sistem daring/ online dari rumah. Tetapi hal ini akan terbiasa dan harus bisa,” ujarnya.

Lanjutnya, semua warga negara, khususnya pemuda Indonesia harus mengubah mindset dan mencoba hal-hal baru dengan memanfaatkan teknologi yang ada.

“Teknologi sudah ada dan ini menjadi peluang yang sangat berharga bagi kita semua. Semua aktivitas bisa dilakukan lewat teknologi ini. Sekarang tinggal bagaimana kita memilih dan memanfaatkan peluang tersebut di tengah kondisi saat ini,” pungkasnya.

Senada dengan Piatur, Delila mengatakan bahwa generasi milenial ke depan harus mempersiapkan dirinya dalam aspek lapangan pekerjaan apa pun.

“Inilah waktunya pemuda-pemuda harus bersiap untuk menghadapi new normal pasca pandemi ini nantinya. Salah satunya adalah rencana RIM yang akan mengadakan pelatihan pengembangan softskill melalui online. Kita tidak harus bekerja, tetapi menciptakan pekerjaan bagi banyak orang,” kata dia.

Sementara itu, Sahat Sinurat mengatakan, peran generasi milenial saat ini sangat diperlukan dalam berbagai aspek di tengah pandemi saat ini. Contohnya panggilan sosial pemuda dalam berbagi dengan sesama kepada masyarakat atau lingkungan yang terdampak dari pandemi Covid-19 saat ini.

“Sembari melakukan aktivitas dengan dirumah saja, teman-teman juga harus terus mengasa kemampuan diri, misalnya menangkap peluang menjadi pelaku enterprenuership dengan jenis usaha online (startup),” ujar CEO Rumah Milenial Indonesia ini.

Ditengah pandemi saat ini, tidak lupa Sahat juga mengajak pemuda Indonesia untuk membantu dan mengawal pendataan dan pembagian bantuan pemerintah di lingkungan setempat.

“Mari kita bantu dan kawal, agar bantuan yang diberikan pemerintah bisa tepat guna dan tepat sasaran ke masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.

Bagikan!!!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca juga  Ketua MPO GAMKI, Michael Wattimena: Pancasila Harus Terus Dibumikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *