Cegah Virus Corona, Kelompok Cipayung Pematangsiantar Semprot Rumah Ibadah dan Sekolah

Siantar-Untuk menjaga kondisi lingkungan yang aman dari paparan Virus Corona (Covid-19), Kelompok Cipayung yang terdiri dari organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI), dan Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI), lakukan penyemprotan cairan disinfektan di rumah ibadah (Gereja, Masjid, Vihara, kuil) dan sekolah, Rabu-Kamis (25-26 Maret 2020).

Diungkapkan May Luther Dewanto Sinaga, Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, rombongan yang turun ke lapangan menyemprotkan cairan disinfektan pada area rumah-rumah ibadah dan sekolah.

“Virus ini sangat membahayakan kehidupan manusia. Banyak aktivitas yang terganggu. Bahkan kegiatan sekolah harus dilakukan dari rumah. Kita harus sama-sama mencegah virus ini,” ungkap Luther.

Dia berharap, seluruh pihak atau stakeholder dapat melakukan upaya-upaya untuk memutus rantai penyebaran virus tersebut.

Senada dengan itu, Ketua PMKRI Liharman Sipayung mengatakan bahwa selain aksi penyemprotan cairan disinfektan, kelompok Cipayung Pematangsiantar juga memberikan informasi, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat.

“Untuk itu kita butuh kerjasama (gotong-royong), tanpa memandang perbedaan. Kita semua berharap, apa yang terjadi saat ini dengan segera terselesaikan. Agar kita dapat kembali melakukan rutinitas kita sehari-hari,” ungkap Liharman.

Chotibul Umam Sirait, ketua PMII mengatakan, untuk memutus rantai penyebaran Covid-19 tersebut, maka hal yang harus dilakukan adalah “gerakan bersama” yang dibangun semua elemen masyarakat.

“Jangan bergantung pada pemerintah saja. Ini bukan tugas pemerintah saja. Ini adalah tugas kita semua. Maka dari itu, kita harus melakukan upaya secara bersama-sama,” kata dia.

Umam juga menekankan selain dengan penyemprotan cairan disinfektan, upaya pencegahan Virus Corona (Covid-19) ini juga harus didukung dengan pola hidup bersih dan sehat.

Dilanjutkan Samuel Tampubolon Ketua GMNI, pihaknya mendorong Pemerintah Kota Pematangsiantar untuk lebih serius lagi dalam menyikapi persoalan Covid-19 ini. Hal ini dapat dilakukan dengan pengadaan bilik sterilisasi dibeberapa titik pasar dan ruang publik lainnya.

“Warga cukup masuk ke dalam bilik berbentuk kamar (body sterilization chamber) dalam waktu 18 detik. Cairan alkohol akan otomatis keluar berupa uap. Jika bilik yang digunakan berbentuk serupa terowongan (body sterilization tunnel), alkohol otomatis  keluar berupa zat cair. Jadi sangat simpel,” tutup Samuel.

Bagikan!!!
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
Baca juga  Perppu Inkonstitusional, BEM Hukum Uncen Usul Opsi Judicial Review UU KPK

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *