Bahaya! Data Maskapai Raksasa Lion Air Bocor, Ada Potensi Penyalahgunaan

  • Whatsapp

INDNEWS.ID – Puluhan juta data pribadi penumpang dari dua maskapai yang dikelola Lion Air dikabarkan bocor dalam sebuah forum online. Data pelanggan yang bocor ialah penumpang Malindo Air dan Thai Lion Air dan beberapa di antaranya juga berisikan nama penumpang Batik Air.

Disampaikan pihak Lion Air kepada Kominfo saat menghadiri pemanggilan, peristiwa kebocoran data tersebut terjadi di Malaysia. Lion Group sudah melaporkan kasus kebocoran data ini ke pihak berwajib di Malaysia.

Bacaan Lainnya

“Pihak berwajib di Malaysia sedang melakukan investigasi. Kita akan menunggu hasil investigasi pihak Malaysia,” kata Semuel Abrijani Dirjen Aplikasi Informatika Kominfo, Kamis sore (19/9/19).

“Berapa jumlah pasti datanya dan pelakunya kita belum tahu,” kata Semuel.

Hingga saat ini, pihak Lion Air pun masih belum menyebutkan apa yang menjadi penyebab bocornya data tersebut.

Diketahui, data yang bocor ini bersifat privasi mulai dari KTP, nomor telepon, alamat surat elektronik, dan nomor paspor.

Dengan kebocoran tersebut, maka ada potensi penyalahgunaan data pelanggan untuk kegiatan kriminal hingga terorisme.

Communications Department Malindo Air, Andrea Liong mengatakan, Malindo Air menyadari beberapa data pribadi penumpang yang disimpan (hosted on) di lingkungan berbasis cloud, bahwa kemungkinan telah disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggungjawab.

“Tim internal Malindo Air bersama dengan penyedia layanan data eksternal, Amazon Web Services (AWS) dan GoQuo sebagai mitra e-commerce saat ini sedang menyelidiki atas hal tersebut,” kata Andrea.

Disampaikannya, data terbagi dalam dua database, pertama berisi 21 juta data, dan database lainnya berisi 14 juta. Data tersimpan dalam file backup yang dibuat pada Mei 2019 untuk Malindo Air dan Thai Lion Air.

Pihak Lion Air belum bisa memastikan kapan data-data itu pertama kali diakses oleh hacker.

Pos terkait