Aksi Intoleransi Kembali Terjadi, GMI Kecewa dengan Sikap Arogansi Walikota Tanjungpinang

  • Whatsapp
Walikota Tanjungpinang
Foto: Suasana Rapat FORKOPIMDA Triwulan I Walikota Tanjungpinang, di Kantor Walikota Tanjungpinang Jl. Daeng Marewah No.1 Senggarang, Rabu (31/3/2021)

Tanjungpinang- Perwakilan Gereja Methodist Indonesia (GMI) Tanjungpinang, yakni Pdt. Septian Sembiring, Jhon Edi Piter Sibarani bersama Rediston Sirait, S.H (Sekretaris DPC PBB Tanjungpinang) menghadiri undangan Rapat FORKOPIMDA Triwulan I Walikota Tanjungpinang Hj. Rahma, di Kantor Walikota Tanjungpinang Jl. Daeng Marewah No.1 Senggarang, Rabu (31/3/2021). Pertemuan tersebut membahas persoalan IMB Gereja Methodist yang tak kunjung terbit.

Selain rapat, turut juga membahas aksi intoleransi yang dilakukan oleh oknum RT dan beberapa oknum masyarakat, Minggu (21/3/2021). Saat itu diketahui sedang berlangsung proses ibadah.

Bacaan Lainnya

Forum Rapat Kordinasi Pimpinan Daerah (FORKOPIMDA) ini turut diikuti oleh Kapolres Tanjungpinang, Kemenag Tanjungpinang, Dandim, Danlanudal, Danlantamal, serta RT, RW, Lurah, Camat yang berkaitan dengan persoalan ini.

Dalam rapat ini, Rediston Sirait menyampaikan permohonannya ke Walikota, agar bijaksana dan taat hukum menjalankan kewajibannya untuk menerbitkan IMB rumah ibadat. Hal tersebut dikatakan dia sebagaimana pasal 6 di dalam SKB 2 Menteri.

Beliau menambahkan, hak beragama dan beribadah adalah Hak Asasi Manusia yang harus dilindungi oleh negara.

“Untuk itu IMB harus segera diterbitkan supaya pihak gereja memperoleh kepastian hukum. Kemudian, dengan IMB ini juga akan mampu mencegah oknum-oknum intoleransi merajalela di Tanjungpinang sebagai kota yang sangat Toleran dan Rukun ini,” ujar Rediston dalam keterangan tertulisnya.

Diketahui, kehadiran Gereja Methodist Indonesia di Tanjungpinang sudah ada sejak 20 tahun lalu. Yakni pertama sekali gereja hadir di tahun 2001 dan sudah sangat sering berpindah-pindah karena persoalan rumah ibadah.

www.domainesia.com

Pos terkait